Busana Muslim Indonesia Sebagai Kiblat Busana Muslim Dunia

Saat ini busana muslim di Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk berkembang menuju ke skala yang lebih luas, yakni secara global. Indonesia bahkan digadang � gadang dapat menjadi kiblat busana muslim pada tahun 2020 mendatang. Untuk menghadapi hal ini, Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sanda, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian, E. Ratna Utarianingrum berkata bahwa sudah ada persiapan berupa pembinaan sampai dengan pemetaan stakeholder dan pihak � pihak terkait. Pembinaan yang dilakukan merupakan pembinaan secara teknis terhadap para pelaku di industri busana muslim di Indonesia. Contohnya adalah dengan menjadikan para penjahit busana muslim mampu menghasilkan busana dengan standar kompetensi nasional Indonesia. Selain itu, ada pula capacity building bagi para pelaku industri busana muslim menengah. Sehingga, bagi para pelaku industri yang sudah menguasai teknik industri, mereka perlu dilengkapi dengan kemampuan manajemen bisnis, perencanaan, dan teknik pemasaran yang baik, sehingga bisnis yang kelak akan dijalankan akan menjadi kuat.

Tantangan Menjadi Kiblat Busana Muslim Dunia
Seperti yang telah disebutkan di atas, potensi dari industri busana muslim dalam negeri sangat besar terutama dari sektor ekonomi. Advisory Board IFC Taruna K Kusmayadi berkata bahwa industri busana muslim berhasil menggaet 1,1 juta dari total 3,8 juta pekerja di industri mode secara umum. Berdasarkan data dari Organisasi Konferensi Islam (OKI), proyeksi ekspor dari industri busana muslim di Indonesia berada di urutan ke tiga setelah Bangladesh dan Turki. Menyadari hal ini, Indonesia secara rutin menggelar Muslim Fashion Festival Indonesia (Muffest) sebagai acara tahunan sejak tahun 2016 lalu dengan tujuan utama yaitu sebagai langkah untuk mempromosikan busana muslim Indonesia.

Namun, untuk menjadi kiblat bagi busana muslim dunia bukanlah perkara yang mudah. Taruna mengatakan bahwa tidak hanya memperkuat desain, namun setiap desain busana muslim yang hendak dijual harus mengangkat kearifan lokal. Hal ini tentu akan lebih baik jika inovasi dan branding dari produk busana muslim tersebut semakin ditingkatkan. Sedangkan, menurut National Chairman IFC, Ali Charisma, mengatakan bahwa salah satu tugas terbesar untuk membawa busana muslim Indonesia menjadi kiblat bagi busana muslim dunia adalah kuwalitas busana muslim itu sendiri. Menurutnya, ke depannya aktivitas belanja busana muslim bagi kelas menengah diharapakan akan semakin mendominasi. Sehingga, permintaan produk dengan kuwalitas yang bagus dan harga yang tinggi akan semakin meningkat. Namun, harga tinggi di Indonesia tentu memiliki ukuran yang berbeda dengan beberapa negara yang lainnya. Sehingga, menurut Ali, hal ini menjadi PR lainnya baginya untuk dapat menemukan titik tengahnya. Karena, akan kasihan kepada para designer jika busana muslim karya mereka memiliki kuwalitas yang bagus, namun dijual dengan harga yang murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *