Hukum Aqiqah Dan Jasa Aqiqah Klaten

Aqiqah Klaten – Klaten adalah sebuah kota yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Indonesia. Menurut topografi kabupaten Klaten terletak di antara gunung Merapi dan pegunungan Seribu dengan ketinggian antara 75-160 meter di atas permukaan laut yang terbagi menjadi wilayah lereng Gunung Merapi di bagian utara areal miring, wilayah datar dan wilayah berbukit di bagian selatan.

Secara garis besar, Kota Klaten bukan merupakan kota industri maupun perdagangan. Sampai saat ini, aktivitas industri hanya terpusat di Jl. Diponegoro. Kota Klaten sempat booming dengan perdagangan tanaman hiasnya, terutama Anthurium, yang juga merebak di Kabupaten Karanganyar. Kota yang terletak di antara Yogyakarta dan Solo ini sebagai kota transit antara dua kota besar terebut. Pusat keramaian ekonomi tersebar di beberapa pasar-pasar tradisional dan pasar modern.

Mengingat jumlah penduduk yang kian hari selalu bertambah. Setiap hari ada yang dilahirkan dan ada yang dikebumikan. Dengan adanya dan meningkatnya angka kelahiran, itu sama artinya dengan banyaknya hewan untuk aqiqah yang disembelih, diperuntukkan bagi pemeluk agama islam tentunya. Namun tidak semua orang mempunyai waktu yang luang juga ingin berepot-repot ria dengan melakukan segala perintilan aqiqah tanpa di bantu.

Solusi yang hadir bagi orang yang disibukkan dengan segudang pekerjaan dan juga ingin serba cepat, maka jasa aqiqah pun kini hadir, termasuk di wilayah klaten pun kini sudah hadir. Jadi kita tinggal pesan sesuai dengan kebutuhan tamu yang akan mengikuti pengajian setelah itu kita hanya menerima siap saji tanpa perlu repot.

Aqiqah atau akikah merupakan perayaan menyembelih kambing yang dilakukan sebagai bentuk dari rasa syukur karena bayi yang baru lahir. Untuk persyaratan jumlah kambing yang akan di sembelih antara bayi laki-laki dan perempuan juga berbeda yakni 1 ekor kambing untuk anak perempuan dan 2 ekor kambing untuk anak laki-laki. Berikut ini, kami akan mengulas secara lengkap mengenai hukum aqiqah, dalil serta beberapa hal penting mengenai aqiqah dalam Islam lainnya.

Jumhur atau kebanyakan berpendapat jika aqiqah hukumnya adalah sunnah dan sebagian lagi adalah wajib dengan alasan berhubungan langsung dengan sembelih merupakan hal penting. Selama seseorang mampu melaksanakan aqiqah, maka harus segera dilaksanakan pada hari ke-7 merupakan jawaban terbijak.

Setiap mazhab mempunyai hokum aqiqah yang tidak sama seperti pada Madzhab Imam Hanafi. Menurut madzhab ini hukum akikah adalah “Mubah [Jika dilakukan tidak berpahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa]”. Sedangkan menurut Madzhab Imam Syafi’i. menurut madzhab ini hukum aqiqah adalah “Sunnah saja [berpahala jika dikerjakan dan tidak berdosa jika ditingaglkan]”. Dan sedangkan menurut pendapat kebanyakan Ahlul’ilmi hukum aqiqah adalah “Sunnah saja [berpahala jika dikerjakan dan tidak berdosa jika ditingaglkan]”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *