KURANGI PEMANASAN GLOBAL DENGAN TREMBESI

Ketika kami melewati jalan Demak Kudus, rasanya menyenangkan melihat pohon-pohon Trembesi mulai mekar dan tumbuh lebih besar. Daun hijau adalah mata yang subur dan menenangkan. Pohon ditanam sebagai bagian dari gerakan satu orang yang diumumkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengurangi pemanasan global. kayu suar (identik dengan Albizia Saman Samanea Saman), juga disebut pohon hujan atau Ki Hujan, adalah tanaman besar dengan ketinggian 20 meter dan mahkota yang sangat lebar. Di tempat saya, pohon ini biasa disebut pohon Mindhik. Pohon Trembesi (Ki Hujan) memiliki jaringan akar yang melimpah dan karenanya kurang cocok untuk ditanam di kebun karena dapat merusak bangunan dan jalan. Pohon Trembesi diharapkan dapat mengurangi pemanasan global, karena pohon Trembesi yang sudah tua dapat menguji karbon dioksida (CO2) hingga 78.826.296 kg / tahun.

Selain itu, tanaman ini cocok untuk tanaman pelindung karena dedaunan yang luas dan daun yang tebal. Melalui jaringan akar yang kokoh, pohon ini dapat menyerap air secara optimal. Jadi tidak salah bagi pemerintah untuk memilih pohon trembesi sebagai pohon yang dapat mengurangi pemanasan global dan polusi udara. Sayangnya, akar yang terlalu besar dan kuat dapat merusak bangunan di sekitarnya. Pohon Trembesi (Albizia saman) juga disebut sebagai Hujan atau Hujan Pohon Ki karena air sering kali menetes dari kanopi karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat.

Di beberapa daerah di Indonesia, tanaman pohon ini sering disebut Kayu Ambon (Melayu), Trembesi, Munggur, Punggur, Meh (Jawa), Ki Hujan (Sunda) atau Mindhik. Dalam bahasa Inggris, pohon ini memiliki beberapa nama seperti East Indian Walnut, Rain Tree, Saman Tree, Acacia Preta dan False Powder Puff. Di beberapa negara pohon Trembesi disebut Pukul Lima (Malaysia), Jamjuree (Thailand), Cay Mura (Vietnam), Vilaiti Siris (India), Bhagaya Mara (Kanada), Algarrobo (Kuba), Campano (Kolombia), Regenbaum (Jerman) ), Chorona (Portugis) Diyakini bahwa tanaman ini adalah tanaman asli Meksiko, Peru dan Brasil.

Sekarang tersebar luas di semua wilayah tropis termasuk Indonesia. Karakteristik pohon Trembesi. Pohon Trembesi (Ki Hujan) memiliki batang bulat besar dan dapat mencapai ketinggian antara 10 dan 20 meter. Permukaan batang beralur, kasar dan berwarna coklat kehitaman. Memiliki lebih banyak senyawa dan daun menyirip. Setiap daun memiliki bentuk bulat memanjang dengan panjang 2-6 cm dan lebar antara 1-4 cm dengan tepi daun rata. Daun Trembesi berwarna hijau dengan permukaan halus dan daun daun menyirip. Sedangkan bunga-bunga pohon Trembesi berwarna kuning kemerahan di ujungnya. Bentuk bunganya hampir mirip dengan bunga pohon jambu. Sedangkan biji pohon Trembesi panjangnya 30-40 cm. Di dalam polong ada biji keras.

Bijinya hitam-cokelat. Ingat bahwa benih Trembesi dimaksudkan untuk masa kanak-kanak. Begitu sepulang sekolah, di bawah pohon Trembesi, kita tentu tidak lupa menuai buah Trembesi yang jatuh. Buahnya kemudian dilepaskan dan bijinya diambil. Bijinya kemudian digoreng dan dimakan. Terlihat sangat enak dan konstan. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Departemen: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Pesanan: Fabales; Keluarga: Fabaceae; Upafamili: Mimosoideae; Genus: Albizia; Spesies: Albizia saman; Nama binomial: Albizia saman (Jacq.) Merr. referensi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *